VAP For Sulut

VAP For Sulut
Diberkati Untuk Memberkati

Dugaan Pelanggaran Pilkada, SGR-PDM Dinilai Kooperatif




Mediakawanua.com, MINUT -Sehari sebelumnya Petrus Defni Macarau (PDM) mengklarifikasi beberapa dugaan pelanggaran Pilkada saat memenuhi undangan Bawaslu Minut.


Jumat (15/08/20) giliran Shintia Gelly Rumumpe (SGR) balon bupati Minut dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) dengan materi undangan yang sama, halnya PDM. 

Diketahui, SGR-PDM tak lain pasangan  calon bupati dan wakil bupati bakal maju di Pemilukada Minut 9 Desember 2020 mendatang, jika keduanya lolos melalui proses pendaftaran calon.

Kala bertandang di sekertariat Bawaslu, SGR didampingi Decky Senduk (Pengurus Partai Nasdem) dan Kuasa Hukum Stevy Da'Costa SH tengah berada di ruang kerja Ketua Bawaslu Minut, Simon Awuy.


Kurang lebih setengah jam berdialog, nampak ketiganya keluar dari kantor Bawaslu Minut, sembari berpamitan kepada sejumlah awak media, SGR bersama Senduk langsung menuju mobil masing-masing dan meninggalkan kantor bawaslu.


Sementara Stevi Da'Costa selaku juru bicara (jubir) sekaligus kuasa hukum SGR kepada wartawan tak menampik kehadiran SGR dalam memenuhi undangan Bawaslu Minut. “Benar, ibu Shintia dipanggil untuk melengkapi keterangan atas pemanggilan Petrus Macarau, perihal SGR saat berada di Desa Serawet, Kuala Batu dan Desa Rasaan (Sakura). Selain bagi-bagi masker dan sembako, SGR juga menyerahkan sapi kurban buat umat muslim yang akan merayakan hari raya kurban," beber Stevi. 


Dia menambahkan, kehadiran atau keberadaan PDM hanya spontanitas. "Pak Petrus Macarau merupakan warga Sakura yang kebetulan berada di tempat itu. Sebagai mitra kerja legislatif dan eksekutif, Macarau akrab dengan masyarakat setempat, SGR pun mengajak dia untuk bersama-sama menemui keluarga kurang mampu agar tidak keliru dalam menyalurkan bantuan. Bahkan saat penyerahan bantuan sudah pukul 18.00 Wita, PDM tidak mengenakan atribut kedinasan," kilah Stevy sembari berlalu meninggalkan halaman kantor Bawaslu Minut.


Terpisah ketua Bawaslu Minut Simon Awuy didampingi komisioner Rahman Ismail membenarkan pemanggilan itu, baik terhadap Petrus Macarau notabene Kepala Badan Keuangan Pemkab Minut. Apalagi PDM diketahui berstatus pegawai aktif tidak dibenarkan masuk dalam politik praktis selama masih berstastus pegawai negeri sipil.

Halnya pemanggilan Sintia Rumumpe keseharian menjabat wakil pimpinan DPRD Minut notabene balon bupati.

“Pemanggilan untuk klarifikasi dugaan pelanggaran pemilukada seperti ini sudah tupoksi bawaslu, terutama bagi bakal calon yang dipastikan akan maju di Pilkada. Apalagi ada laporan indikasi dugaan penyalahgunaan kewenangan," sebut Awuy.


Awuy mengatakan, PDM dan SGR sangat kooperatif. “Sudah diklarifikasi, bahkan keduanya menjawab pertanyaan dengan baik, termasuk sangat kooperatif," timpal Ketua Bawaslu Minut.


Sementara Komisiomer Bawaslu Rahman Ismail menambahkan pemanggilan keduanya atas laporan dugaan pelanggaran. Namun Bawaslu tidak menjadi hakim atau penindak dalam mengambil keputusan. 

"Hasil klarifikasi ini akan kami kaji lagi, apakah bisa ditindak lanjuti atau tidak. Jika bisa dilanjutkan, maka akan kami teruskan ke institusi yang berkompeten, sesuai aturan yang ada,” tambah Manis sapaan akrab Rahman Ismail. (Mhet/mk)

Dugaan Pelanggaran Pilkada, SGR-PDM Dinilai Kooperatif Dugaan Pelanggaran Pilkada, SGR-PDM Dinilai Kooperatif  Reviewed by mediakawanua on Sabtu, Agustus 15, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar

Baja Ringan

Baja Ringan
AVISHA