VAP For Sulut

VAP For Sulut
Diberkati Untuk Memberkati

Gejolak 'Pantai Mangket' Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi

Wakil Direktur PT.Cakra, Jim Seimahuria

Mediakawanua.com, MINUT - Gejolak sebagian masyarakat Jaga VI, Desa Makalisung, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) disebutkan merasa terancam atau akan dieksekusi, diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak lain.
Ikhwal 'Pantai Mangket' sebutan bibir pantai Makalisung membuat Perusahaan merasa gerah dianggap secara sepihak memaksakan kehendak merelokasi masyarakat agar segera pindah dari lahan yang diklaim milik PT. Cakra Guna Dharma Eka (CGDE).
Meredam sentimen negatif yang ditujukan ke pihak Perusahaan melalui Wakil Direkturnya, Jim Seimahuira menegaskan Perusahaan tidak memiliki hak dan kewenangan untuk melakukan eksekusi seperti disangkakan masyarakat.
Sebaliknya etiked baik dari Perusahaan justru meminta masyarakat untuk pindah secara baik-baik. Karena lahan tersebut oleh Perusahaan sudah akan difungsikan untuk membangun kawasan wisata, bahkan dalam waktu dekat sudah 'action' dengan menurunkan beberapa alat berat untuk pengerjaan awal. "Perusahaan sudah melakukan sosialisasi bahkan pendekatan negosiasi ke masyarakat. Kami harap masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak lain. Yang berhak mengeksekusi adalah panitera melalui penetapan pengadilan," sebut Jim, Senin (20/01/20).
Disebutkan Jim, dari data yang ada sedikitnya 60 sampai 70 persen warga sudah pindah, ini bentuk pengakuan tanah itu bukan milik mereka (warga). Namun begitu, ada belasan keluarga yang masih bertahan. "Pihak Perusahaan sejak tahun 2015 silam sudah melakukan pendekatan negosiasi, pertemuan melibatkan pemerintah setempat, dihadiri Tripika, termasuk masyarakat yang menduduki lahan perusahaan. Dalam negosiasi itu masyarakat menyetujui untuk pindah. Herannya, belakangan justru Perusahaan dituding melakukan pengancaman terhadap warga. Kalau itu benar, saya jamin oknum-oknum itu bukan dari Perusahaan," tegas Jim.
Lanjut Jim, pihak Perusahaan justru berlaku adil, antara lain dengan pembangunan blok pariwisata justru menguntungan masyarakat setempat, disatu sisi terbukanya lapangan kerja baru dan yang utama akan direkrut tenaga kerja lokal, tepatnya masyarakat yang ada di Makalisung. Bahkan masyarakat  yang direlokasi pun diberikan tempat yang layak di lokasi kampung tidak jauh dari bibir pantai. Sehingga mereka yang ingin tetap berprofesi sebagai nelayan bisa beraktivitas seperti biasa, bahkan perusahaan bersedia menyiapkan lokasi tambatan perahu buat para nelayan. "Perihal ini juga sudah dibahasakan dalam pertemuan dengan warga. Jadi tidak benar kalau dibilang intimidasi terhadap masyarakat. Semua dibahasakan dengan baik-baik, ya.. sampai detik ini belum ada langkah hukum yang dilakukan pihak perusahaan. Bahkan berkas atau dokumen keapsahan kepemilikan juga sudah kami serahkan ke Polres Minut, termasuk di kantor Desa Makalisung. Yang saya dengar mungkin tinggal 14 kepala keluarga (KK) yang masih tersisah. Masyarakat yang sudah pindah benar-benar memahami situasi ini," tambah Jim diiyakan Direktur PT. Cakra, Jeane Laluyan. (jhet/mk)

Gejolak 'Pantai Mangket' Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi Gejolak 'Pantai Mangket' Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi Reviewed by mediakawanua on Senin, Januari 20, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar

Baja Ringan

Baja Ringan
AVISHA