Header AD

header ads

Tempat Ibadah Rawan “Kampanye Terselubung”


Ketua Barmas, Sevry Nelwan
Mediakawanua.com, MINUT - Berbagai cara orang mempromosikan diri agar bisa dikenal di masyarakat. Dipastikan efektif dan cepat salah satunya posting-posting foto di media sosial (medsos), spanduk atau media elektronik lainnya.
Namun bagaimana jadinya jika tempat-tempat ibadah ikut dijadikan sarana orang berpolitik, seperti dalam perhelatan pemilihan legislatif (pileg) lalu, bahkan sebentar lagi akan diperhadapkan dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020.
Hal ini menjadi sorotan Ketua Barisan Masyarakat Adat Sulawesi Utara (Barmas), Sevry Nelwan SE.
Karena sejauh ini menurut Karataker Ketua KONI Minahasa Utara (Minut) tidak pernah ada sangsi, padahal jelas-jelas sarana tempat ibadah digunakan untuk berkampanye.
Bentuk sosialisasi di tempat-tempat ibadah dianggap sangat efektif, selain murah dan diketahui banyak orang. Bahkan bisa dikemas beragam dengan pemberian bantuan buat pembangunan tempat ibadah, atau sejenisnya.
Hal ini perlu dicermati secara bijak oleh pihak penyelenggara KPU maupun Bawaslu selaku pengawas pelaksanaan pemilu sebagai sebuah pelanggaran. “Dimana sangsi diterapkan, tidak pernah ada ganjaran. Bahkan bukan rahasia umum lagi, sejauh ini yang dipelototin atau didapati di layanan publik lainnya. Sementara di tempat-tempat ibadah orang bebas berkampanye, bisa dibilang kampaye terselubung, sehingga lolos dari penindakan,” sindir Nelwan. (jhet/mk)
Tempat Ibadah Rawan “Kampanye Terselubung” Tempat Ibadah Rawan “Kampanye Terselubung” Reviewed by mediakawanua on 7:02 AM Rating: 5

Tidak ada komentar

Baja Ringan

Baja Ringan
AVISHA