VAP For Sulut

VAP For Sulut
Diberkati Untuk Memberkati

Gairahkan Sektor Perikanan Butuh Keroyokan Lembaga Vertikal


Sosialisasi sektor kelautan dan perikanan Sulut
Mediakawanua.com, MANADO - Selain potensi wisata, sektor Kelautan dan Perikanan (KP) Sulawesi Utara (Sulut) dijadikan andalan kemandirian strata ekonomi masyarakat nyiur melambai. Guna menggairahkan sektor perikanan tidak hanya dikerjakan Dinas Kelautan dan Perikanan (KP), akan tetapi butuh keroyokan antar lembaga-lembaga vertikal, termasuk pemangku kepentingan, stakeholder dan masyarakat di daerah.
Sinergitas ini begitu penting, karena berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya, yang melibatkan pemangku kepentingan, seperti pelaku usaha, stakeholder, termasuk masyarakat sebagai penguatan daya saing.
Halnya bidang-bidang yang menjadi tanggungjawab instansi terkait dalam mendukung sektor kelautan dan perikanan di Sulut. “Mengingat potensi sumber daya maritim begitu besar, butuh penanganan secara komprehensif, maka perlu melibatkan semua pemangku kepentingan,” sebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut, Dr Tinneke Adam MSi dalam sambutannya mengawali kegiatan Sosialisasi Pembangunan

Sosialisasi ini digagas Dinas KP Sulut
Kelautan dan Perikanan, digagas Dinas KP Provinsi Sulut, berlangsung di Resto Big Fish, Selasa (17/12/19).
Dikatakan Kadis KP Sulut, sebagai narasumber diantaranya Kepala BKIPM Manado, kepala BPBAT Tatelu, Kepala PPS Bitung, Pangkalan PSKD Bitung, Kepala BPPP Bitung, Logistik KP Bitung, termasuk Politeknik Bitung, dan dihadiri para wartawan.
Lembaga-lembaga vertikal ini memaparkan program dan capaian kinerja instansi masing-masing dalam mendukung program pembangunan sektor kelautan dan perikanan di daerah Sulut.
Tinneke mengakui, pemanfaatan sektor maritim jelas berimbas bagi masyarakat umum, bahkan berpengaruh pada ekonomi di daerah. Bahkan pemanfaatan ini tidak lepas dari ketersediaan SDM. “Selain SDM, tidak kalah penting sarana prasarana penunjang, pengawasan dan produk hukum yang memayungi berbagai aktivitas pengelolaan sektor kelautan dan perikanan di daerah ini,” jelasnya.
 
Sosialisasi dihadiri nara sumber lembaga-lembaga vertikal
Lebih lanjut katanya, dengan melihat progres capaian di sektor ini, beragam persoalan dan fakta yang terjadi diantaranya terkait armada perikanan masih didominasi kapal-kapal berukuran kecil, seperti motor tempel, kapasitas motor kurang dari 5 GT berdampak terhadap produktivitas nelayan. Belum lagi menjaga mutu ikan, akibat fasilitas yang kurang memadai. “Rendahnya produktivitas dan daya saing, terbatasnya sarana, pra sarana pelabuhan, termasuk kualitas SDM meliputi pengetahuan, ketrampilan, penguasaan teknologi,” terang Tinneke.
Lanjut Kadis KP, guna mengatasi permasalah yang ada di daerah, maka pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memberikan kemudahan dengan memberikan bantuan-bantuan peralatan, termasuk dana bagi instansi-instansi terkait dalam rangka mendukung usaha-usaha kelompok nelayan yang ada.
Bahkan diterbitkan aturan perundang-undangan, yang prinsipnya melindungi dan menjaga potensi dan kekayaan dunia maritim, termasuk diterbitkannya Perda Provinsi Sulawesi Utara Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2017-2037. “Perda ini adalah yang pertama kali diterbitkan di Indonesia. Dengan menetapkan
Zonasi pengelolaan pulau-pulau kecil di wilayah Sulawesi Utara," tambah Dr Tinneke Adam MSi. (jhet/mk)
Gairahkan Sektor Perikanan Butuh Keroyokan Lembaga Vertikal Gairahkan Sektor Perikanan Butuh Keroyokan Lembaga Vertikal Reviewed by mediakawanua on Selasa, Desember 17, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar

Baja Ringan

Baja Ringan
AVISHA