VAP For Sulut

VAP For Sulut
Diberkati Untuk Memberkati

Bitung Diharapkan Jadi Pelopor Perlindungan Satwa Liar


Media gathering, swiss bell hotel
Mediakawanua.com - Dengan terbentuknya Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan dan Pengawasan Tumbuhan dan Satwa Liar sejak 2017 silam, kota Bitung diharapkan menjadi model atau pelopor di Sulawesi Utara (Sulut) dalam hal pencegahan penyelundupan, bahkan menghentikan penyelundupan satwa dilindungi.
Hal ini ditegaskan Direktur Wildlife Conservation Society (WCS) untuk Indonesia, Dr Noviar Andayani di acara media gathering Pelatihan Penanganan Tindak Pidana Satwa Liar, di swiss bell Manado, Selasa (22/10/19). “Setidaknya Bitung bisa dijadikan contoh dalam hal pencegahan dan perlindungan satwa liar di lindungi bagi Kabupaten/Kota lain di Sulut,” ujar ibu Yani sapaan akrab direktur WCS.
Menurutnya, bukan hanya penanganan di daratan, namun keberadaan pelabuhan kota Bitung cukup strategis dan sangat memungkinkan masuk atau keluar satwa dilindungi melalui jalur laut. “Jika kurang diawasi, pelabuhan Bitung bisa dijadikan sarana atau gerbang penyelundupan satwa liar. Situasi ini harus bisa dijegah oleh pihak-pihak berwenang,” lanjutnya.

Foto bareng pembukaan pelatihan dan perlindungan TSL
Demikian untuk mengatasi itu perlu kolaborasi semua unsur di masyarakat guna memaksimalkan pencegahan dan penghentian penyelundupan satwa, halnya mencegah masuknya spesies invasif dari luar yang dapat mengancam keberadaan spesies asli Indonesia. “Satgas juga melibatkan gabungan personil instansi hukum, termasuk pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Kolaborasi ini penting untuk benar-benar menciptakan pengawasan terhadap praktek-praktek kejahatan satwa-satwa dilindungi,” tegasnya.

Walikota MJ Lomban buka acara pelatihan perlindungan TSL
Sementara Walikota Bitung Max J Lomban SE MSi menegaskan sudah menjadi komitmen pemerintah daerah secara cermat melakukan terobosan dalam upaya pencegahan dan penindakan perdagangan ilegal satwa liar. “Sejak tahun 2017 silam kota Bitung sudah miliki Satgas. Ini menunjukkan kepedulian pemerintah daerah untuk menjaga, mencegah agar jangan sampai terjadi perdagangan ilegal satwa liar, termasuk upaya penyelundupan melalui pelabuhan,” tegas Lomban. 
Perihal kasus, pihak BKSDA dalam kesempatan tersebut menerangkan cukup banyak permasalahan yang mereka tangani, bahkan sudah diteruskan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Turut hadir dalam acara
yang digagas tim WCS ini diantaranya, Sekretaris Daerah Kota Bitung DR Audy Pengemanan MSi, Ketua Tim Penggerak PKK notabene Duta Yaki Indonesia Dra Khouni Lomban-Rawung MSi, pihak BKSDA, aparat TNI, Polri, Kejaksaan Negeri Bitung plus instansi terkait jajaran pemerintah Kota Bitung. (marpol/mk)




 



Bitung Diharapkan Jadi Pelopor Perlindungan Satwa Liar Bitung Diharapkan Jadi Pelopor Perlindungan Satwa Liar Reviewed by mediakawanua on Selasa, Oktober 22, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar

Baja Ringan

Baja Ringan
AVISHA