VAP For Sulut

VAP For Sulut
Diberkati Untuk Memberkati

12 Menteri Lanjutkan 'Kabinet Kerja Jilid 2'


Presiden perkenalkan Kabinet Indonesia Maju
Mediakawanua.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin, resmi memperkenalkan Kabinet Indonesia Maju, di halaman istana merdeka Jakarta, Rabu (23/10/19).
Setidaknya terdapat 12 menteri yang masih dipertahankan Jokowi di periode kedua 2019-2024.
38 pejabat setingkat menteri yang dilantik ini ditugaskan melanjutkan proyek strategis nasional, mulai dari pembangunan infrastruktur, meramu kebijakan fiskal, hingga perencanaan wacana pemindahan ibu kota.
Kabinet Indonesia Maju selama lima tahun ke depan akan berfokus, antara lain pada pengembangan sumber daya manusia (sdm) dan penciptaan lapangan kerja.
Sejumlah menteri yang masih dipertahankan Presiden Jokowi periode 2019-2024 diantaranya:

1. Sry Mulyani .. dipercayakan kembali menjabat menteri keuangan. 
Karier eks direktur pelaksana bank dunia lahir di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962 dimulai saat menjabat menteri keuangan pada pemerintahan Susilo Bambang Ydhoyono (2005-2010). Pernah menjabat Pelaksana tugas Menko Perekonomian pada 2008-2009.
Diketahui alumni SMA Negeri 3 Semarang plus jebolan Universitas Indonesia (UI) sempat mengenyam pendidikannya di Universitas Illionis Urbana Champaign, Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Ph.D tahun 1992. Sry Mulyani pernah keluar dari kabinet SBY lantaran munculnya kasus Bank Century yang melibatkan namanya.

2. Luhut Binsar Panjaitan .. menjabat Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, nomenklaturnya kini menjadi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Sebelum berkarier di pemerintahan, lulusan AKABRI tahun 1970 juga pernah menjabat Komandan Grup3 Kopassus, komandan Pusat Kesenjataan Infanteri dan komandan Pendidikan dan Latihan TNI AD.
Pria kelahiran 28 September 1947 ini pernah menjabat komandan pertama Datasemen 81 merupakan bagian dari Kopassus yang menanggulangi urusan terorisme.
Pernah mengenyam pendidikan dan pelatihan di National Defense University dan George Washington University, Amerika Serikat. Juga pernah dipercaya menjabat duta besar Indonesia untuk Singapura dan menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Bernaung di Partai Golkar dalam kancah dunia politik.                                              

3. Tjahjo Kumolo .. pria kelahiran 1 Desember 1957, jebolan Universitas Diponegoro (Undip) 1985 merupakan politikus PDI Perjuangan yang dipercaya menjabat Menteri Dalam Negeri. Kini ditunjuk sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).
Berawal dari Partai Golkar duduk sebagai anggota DPR pada masa Orde Baru, kemudian hengkang ke PDIP saat Orde Baru tumbang, bahkan menjabat Sekretaris Jendral PDIP dan melenggang mulus ke Senayan 2014, selanjutnya diminta untuk jabat Mendagri.

4. Yasonna Laoly .. pria kelahiran Tapanuli 27 Mei 1953 ini kembali ditunjuk sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM). Padahal telah mengundurkan diri lantaran terpilih menjadi anggota DPR periode 2019-2024 dan resmi dilantik.
Jebolan Sarjana Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) angkatan 1978, mengenyam pendidikan S2 di Commonwealth University dan S3 di North Carolina University.

Para menteri yang dipercayakan Jokowi-Amin 2019-2024
5. Siti Nurbaya Bakar ..  wanita kelahiran Jakarta 28 Juli 1956 merupakan politikus Partai NasDem, jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenyam ASN di Bappeda Lampung kurang lebih 17 tahun. Pernah menjabat Sekjen DPD 
RI pada 2006-2013. Sempat terpilih menjadi 
anggota DPR RI periode  2014-2019. Selanjutnya diminta Jokowi untuk menjabat Menteri LHK pada 2014.

6. Budi Karya Sumadi.. pria kelahiran Palembang 18 Desember 1956 sarjana Arsitektur Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, kembali dipercaya menjabat Menteri Perhubungan.
Mengawali karier sebagai arsitek di Departemen Real Estate PT Pembangunan Jaya, pernah menjabat Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol dan sebuah BUMD.
Kemudian diminta memimpin PT Angkasa Pura II hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai Menteri Perhubungan menggantikan Ignasius Jonan tahun 2016 silam.

7. Sofyan Djalil .. pria kelahiran Aceh Timur 23 September 1953, lulusan sarjana hukum dari Universitas Indonesia, dan meraih gelar S2 dan S3 dari The Graduates School of Arts and Sciences, kembali dipercaya menjabat Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR). 
Sofyan pernah menjabat menteri beberapa kali seperti menteri Komunikasi dan Informatika dan Menteri BUMN pada kepemimpinan presiden SBY. Sedangkan semasa kepemimpinan Jokowi, ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Pembangunan Nasional Indonesia dan Kepala Bapennas. Pada 2015, Sofyan diminta Jokowi untuk menjabat sebagai Menteri ATR. 

8. Airlangga Hartarto .. pria kelahiran Surabaya 1 Oktober 1962 merupakan politikus Partai Golkar sejak 2004, sebelumnya menjabat Menteri Perindustrian. Kini dipercaya Presiden Jokowi manjadi Menko Perekonomian.
Airlangga notabene jebolan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, sandang S2 di Wharton School university, Amerika Serikat dan Monash University Australia. Kemudian sekolahnya berlanjut di Melbourne Business School, juga pelaku bisnis di sejumlah perusahaan.

9. Muhadjir Effendi .. pria kelahiran 29 Juli 1956 lulusan IAIN Malang (sekarang, Universitas Islam Negeri Malang, red). Sebelumnya menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Lulusan S2 Universitas Gadjah Mada, dan S3 Universitas Airlangga, mengawali kariernya sebagai pengajar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Sempat dipercaya jabat rektor UMM sejak tahun 2000-2016 (3 periode), Juli 2016 dilantik sebagai Mendikbud.
Selama menjabat sebagai Mendikbud, sejumlah kebijakannya pernah ditentang oleh masyarakat. Misalnya kebijakan terkait Ujian Nasional yang pernah ditentang langsung oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kemudian kebijakan terkait Full Day School atau Sekolah Sehari Penuh yang dipetisi masyarakat. Terakhir, terkait Zonasi penerimaan peserta didik yang implementasinya banyak dikeluhkan sejumlah orang tua murid.

10. Agus Gumiwang Kartasasmita .. menjabat Menteri Perindustrian di periode perdana Jokowi. Sebelumnya, ia menjabat menteri sosial menggantikan idrus Marham yang terjerat kasus korupsi proyek PLTU Riau pada Agustus 2018.
Memulai karier politik bersama partai Golkar kemudian menjadi anggota MPR perwakilan dari unsur pengusaha periode 1997-1999. Kemudian dalam pemilu 1999, ia terpilih menjadi anggota DPR mewakili wilayah Jawa Barat II.
Agus kembali menjadi anggota DPR periode 2009-2014 dan 2014-2019. Sebelum menjabat sebagai Mensos, Agus sempat bertugas sebagai bendahara di Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres lalu.
Selain dikenal sebagai politikus, Agus merupakan pengusaha yang namanya tercatat di sejumlah perusahaan, yakni sebagai Presiden Direktur PT Agumar Eka pada 1994-1999 dan Komisaris PT Asiana Lintas Development sejak 2012.. 

11. Basuki Hadimuljono .. jebolan teknik Geologi Universitas Gadjah (UGM) 1979, meneruskan pendidikan magister dan doctoral di Colorado University pada 1987-1992.
Sekembalinya di tanah air, Basuki merupakan satu-satunya pegawai di lingkup Kementerian PU bergelar Doktor (S3). Karirnya beranjak hingga menjadi dirjen pada usia 49 tahun. Pernah menjabat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan menjadi Inspektur Jendral Penataan Ruang Kementerian PU.
Berada Kemetrian PU lebih dari 31 tahun, Basuki akhirnya diminta Jokowi untuk menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) tahun 2014.

12. Retno Marsudi .. kembali dipercaya menjabat Menteri Luar Negeri (Menlu). Tercatat merupakan menteri luar negeri perempuan pertama di Indonesia.
Jebolan Fakultas Hubungan Internasional UGM, pernah menjabat Direktur Kerja Sama Intra dan Antar Regional Amerika dan Eropa di Kementerian Luar Negeri.
Juga pernah menjabat Direktur Eropa Barat. Tahun  2005-2008 menjadi duta besar Indonesia untuk Islandia dan Norwegia. Kemudian Retno kembali menjabat Direktur Jenderal Amerika dan Eropa saat kembali ke Tanah Air pada 2008-2012. Di tahun 2014, ia pun menjadi duta besar RI untuk Belanda, kemudian diminta Jokowi menempati posisi Menteri Luar Negeri. (red/mk)

12 Menteri Lanjutkan 'Kabinet Kerja Jilid 2' 12 Menteri Lanjutkan 'Kabinet Kerja Jilid 2' Reviewed by mediakawanua on Rabu, Oktober 23, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar

Baja Ringan

Baja Ringan
AVISHA