Header AD

header ads

Batik Motif Waruga Bisa Dijadikan Icon Daerah


Peresmian Rumah Peradaban Sulut, Rabu (18/09/19)
Mediakawanua.com, MINUT - Kepala Balai Arkeologi Sulawesi Utara (Sulut), Wuri Handoko menegaskan ketersediaan Rumah Peradaban merupakan program kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, pada prisipnya dijadikan media informasi atau sarana edukasi perihal arkeologi, sejarah leluhur yang perlu dilestarikan, agar masyarakat semakin menghargai dan mencintai peninggalan budaya.
Hal ini disampaikan Handoko dalam acara peresmian Rumah Peradaban Sulawesi Utara, di Kompleks Waruga Airmadidi, Kecamatan Airmadidi, Minahasa Utara (Minut), Rabu (18/09/19).
Acara peresmian dihadiri Kepala Pusat Penelitian (Puslit) Arkeologi Nasional, DR I Made Geria MSi, Kepala Dinas Pariwisata Minut, Audy Sambul SSos.
Kegiatan yang digagas Balai Arkeologi Sulut kali ini mengangkat tema ‘Aktualisasi arkeologi untuk pendidikan dan kreativitas’ disebutkan Handoko bisa membawa dampak nilai ekonomis, melalui berbagai kreativitas yang dihasilkan, seperti membuat kerajinan batik bermotif Waruga yang bisa dijadikan icon daerah. “Kegiatan edukasi rutin dilaksanakan oleh balai arkeologi dibawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Nilai-nilai histori leluhur di Minahasa harus diketahui mulai dari anak-anak, termasuk di tanah Sulawesi Utara,” terang Kepala Balai Arkeologi Sulut, seraya menambahkan acara ini juga didesain dengan kegiaan lomba kreativitas yang diikuti sedikitnya 25 siswa.                                                                       

Peserta lomba kreativitas diberikan pembekalan
Senada Kepala Pusat Penelitian (Puslit) Arkeologi Nasional, DR I Made Geria MSi mengatakan lewat rumah peradaban, semua informasi seputar arkeolog yang ada di Minahasa Utara bisa didapatkan, halnya nilai-nilai waruga tetap dilestarikan.
I Made menegaskan bahwa rumah peradaban hanya pintu masuk, sehingga butuh dukungan semua unsur. Betapa tidak, nilai arkeologi, peradaban situs waruga ini berdampak baik bukan hanya bagi daerah Sulawesi Utara umumnya, tapi bagi bangsa. Ini merupakan wujud tolerasi. “Demikian lokasi situs waruga ini harus dijaga, ditata dengan baik menjadi simbol kedaerahan, cerminan toleransi,” tambah I Made.
Sementara Kadis Pariwisata Minut, Audy  Sambul SSos mengapresiasi pemerintah pusat yang menjadikan Minut sebagai tempat sosialisasi aktualisasi arkeologi, dengan diresmikannya rumah peradaban Sulawesi Utara. “Selain di Airmadidi Bawah, masih banyak waruga yang belum diangkat seperti di lokasi Kuwil Kawangkoan yang kini tengah dibangun bendungan,” ujar Sambul.
Sambul mengakui, berbagai kreativitas dengan mengagas icon waruga sudah sering ditampilkan, hanya saja belum maksimal. (dw/mk)

Batik Motif Waruga Bisa Dijadikan Icon Daerah Batik Motif Waruga Bisa Dijadikan Icon Daerah Reviewed by mediakawanua on 2:19 AM Rating: 5

Tidak ada komentar

Baja Ringan

Baja Ringan
AVISHA