Header AD

header ads

Juni 2019 Sulut Miliki KEK Pariwisata

Tanjung Pulisan Likupang, Minut
Mediakawanua.com, MANADO - Tanjung Pulisan, Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut) kian menjadi magnet bagi pemerintah pusat. Demikian Kementrian Pariwisata memastikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan-Likupang di Minahasa Utara dapat ditetapkan pada Juni 2019. 
Sebagaimana disebutkan Menteri Pariwisata Arief Yahya bahwa area seluas 374 hektare (Ha) dipastikan akan menjadi KEK pertama di Sulawesi Utara sekaligus diharapkan yang terbaik di Indonesia.
Karena itu, Arief mendorong pemerintah daerah secepatnya melengkapi dokumen pengusulan KEK dengan konsep 3A (Atraksi, Akses, Amenitas) sebelum mengembangkan destinasi wisata tersebut. “Saya optimistis Sulawesi Utara akan memiliki KEK Pariwisata terbaik. Untuk itu unsur 3A harus berkelas Internasional. Targetnya satu bulan dari sekarang atau paling lama Juni 2019,” ujarnya usai mengkuti Kick Off Meeting pengusulan KEK Pariwisata Tanjung Pulisan Likupang digagas Pemprov Sulut di Manado, Rabu (27/03/19). 
Arief menuturkan untuk Atraksi di Sulawesi Utara tidak perlu diragukan lagi lantaran di wilayah itu terdapat Taman Nasional Bunaken, Selat Lembeh dengan micro dive yang sudah terkenal dan mendunia. Bahkan akan menjadi Hub Internasional bagi para yachter asing.
Untuk Akses, penambahan kapasitas Bandara Sam Ratulangi menjadi suatu keharusan sebagai pintu masuk wisman sehingga bisa menampung wisatawan lebih banyak. 
Landasan pacu juga harus diperpanjang menjadi 3.000 x 45 meter persegi, antara lain agar mampu menampung pesawat berbadan besar.
Sulut diakuinya memiliki potensi di sektor pariwisata, meskipun KEK Pariwisata belum dibangun, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulut belakangan ini melonjak hingga 300 persen, jauh melampaui pertumbuhan wisatawan lokal yang hanya 22 persen. "Rule of time dari bandara ke lokasi KEK kurang dari 2 jam dan jalannya juga sudah diperlebar 14 meter persegi," tambah Arief.
Selain itu, Menpar menerangkan keunggulan lokasi KEK Pariwisata Tanjung Pulisan juga dapat dijadikan pelabuhan untuk kapal pesiar. “Jika ada acara Sail Internasional bisa dilaksanakan di wilayah ini,” timpalnya.
Untuk Amenitas, akan dibangun luxury resort sebagai rencana jangka panjang yang membutuhkan waktu lama. "Saya usulkan saat ini mulai membangun nomadic tourism yang implementasinya sangat cepat. Nscaya kawasan pendukung KEK  juga akan tumbuh dengan cepat,” sembur Arief.
Sementara Gubernur Olly Dondokambey mengatakan kesiapan pemerintah daerah untuk berdirinya KEK Pariwisata Tanjung Pulisan-Likupang diperkirakan seluas 3000 Ha. Apalagi diakuinya Penetapan Tanjung Pulisan-Likupang sebagai kawasan pariwisata sudah direncanakan sejak lama. “Pemerintah pusat sudah menetapkan Tanjung Pulisan-Likupang sebagai kawasan pariwisata dalam PP 50 Tahun 2001,” sentil gubernur.

Demikian Olly mengapresiasi pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan KEK Pariwisata Tanjung Pulisan-Likupang. Terlebih Presiden Jokowi telah membantu dengan menggunakan sebagian dana APBN dalam pelebaran jalan dari Bandara ke Likupang. “Masyarakat Sulut berterima kasih kepada pak Jokowi sudah menggunakan sebagian APBN untuk pembangunan pelebaran jalan Bandara-Likupang,” imbuh gubernur. (jhet/mk)
Juni 2019 Sulut Miliki KEK Pariwisata Juni 2019 Sulut Miliki KEK Pariwisata Reviewed by mediakawanua on 8:19 AM Rating: 5

Tidak ada komentar

Baja Ringan

Baja Ringan
AVISHA