VAP For Sulut

VAP For Sulut
Diberkati Untuk Memberkati

Efek Psikologis Penggunaan Sabu


Narkoba jenis sabu
Mediakawanua.com - Sabu murni memiliki bentuk kristal berwarna putih. Zat ini merupakan golongan obat stimulan jenis metamfetamin yang satu derivat turunan dengan amfetamin yang terkandung dalam pil ekstasi.
Efek psikologis akibat sabu menurut
psikiater kekhususan bidang Psikosomatik dan Psikiatri Liaison, dr Andri SpKj antara lain pengguna akan merasa euforia sampai ekstase (senang yang sangat berlebihan).
Obat-obat terlarang juga akan menimbulkan efek dalam meningkatnya kepercayaan diri, harga diri, dan peningkatan libido.
Contohnya si pengguna sabu bisa tampil penuh percaya diri tanpa ada perasaan malu sedikitpun, dan menjadi orang yang berbeda kepribadian dari sebelumnya.
Salah satu yang mungkin menarik banyak orang untuk memakai obat-obatan ini adalah pemakaian zat ini tidak dibarengi dengan efek sedasi atau menurunnya kesadaran akibat zat tersebut. Tidak seperti pemakai heroin atau ganja, pemakai sabu dapat membuat dirinya untuk tetap membuat terjaga dan konsentrasi. “Selain efek yang menyenangkan di atas, sebenarnya sabu juga membuat timbulnya gejala-gejala psikosomatik, paranoid, halusinasi, dan agresivitas. Namun kelebihan pemakaian obat ini akan membuat orang menjadi mudah tersinggung dan berani berbuat sesuatu yang mengambil risiko,” tegas dr Andri.
Dr Andri melanjutkan, melihat efeknya yang menyenangkan terutama berkaitan dengan percaya diri tampil dan peningkatan keberanian, maka tidak heran banyak artis yang senang menggunakannya. “Dengan alasan ingin menambah proses kreatif, sabu pun terkadang digunakan. Satu lagi alasan memakai sabu adalah membuat orang tidak ingin makan,’ lanjutnya.
Zaman dulu obat golongan ini juga banyak digunakan untuk melakukan diet walaupun saat ini sudah ditinggalkan karena efek ketergantungan dan kerusakan otak.
Efek stimulan pada obat ini menyebabkan kerja jantung dan pembuluh darah tubuh menjadi berlebihan.
Peningkatan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, sangat nyata pada penggunaan sabu.
Hal ini akan dibarengi tentunya dengan denyut jantung yang kencang. Tidak heran jika jenis narkotika ini akan membawa dampak sangat berbahaya bagi penderita hipertensi atau darah tinggi.
Selain itu, sabu bisa menimbulkan efek kejang sampai perdarahan otak, fatalnya bisa meninggal. “Sering kali didapatkan efek peningkatan suhu tubuh yang tinggi sehingga menyebabkan demam luar biasa bagi penggunanya.
Peningkatan suhu tubuh yang berlebihan sangat berbahaya karena juga sangat memengaruhi otak dan dapat menimbulkan kejang,” beber Dr Andri.
Penggunaan sesekali ini pun bisa menimbulkan kerusakan otak yang mengarah pada pemakaian yang terus-menerus dengan dosis yang semakin tinggi.
Ada pendapat pemakaian shabu membuat pemakainya ketergantungan, bisa jadi karena pengalaman dimana pemakai yang tidak merasakan efek putus zat setelah pemakaian yang hanya sesekali.
Apa yang terjadi jika si orang tersebut tidak memakai lagi adalah efek kebalikan dari efek psikologis yang tadinya didapatkan. “Seperti perasaan lelah berlebihan, kecemasan yang luar biasa, tidak merasa percaya diri, dan terkadang ide paranoid yang muncul sampai gejala psikosis,” tambahnya. (tim/mk)
Efek Psikologis Penggunaan Sabu Efek Psikologis Penggunaan Sabu Reviewed by mediakawanua on Senin, Februari 18, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar

Baja Ringan

Baja Ringan
AVISHA