VAP For Sulut

VAP For Sulut
Diberkati Untuk Memberkati

Abaikan UGR, Jalan Masuk Proyek Bendungan Kuwil Kawangkoan Diblokir

Pemblokiran jalan masuk mega proyek Kuwil Kawangkoan
Aksi bakar ban bekas halangi akses masuk lokasi proyek
Mediakawanua.com, MINUT - Jalan masuk mega proyek pembangunan Waduk Kuwil Kawangkoan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali diblokir masyarakat, dengan cara membakar ban bekas, Senin (24/09/18).
Aksi ini terpaksa dilakukan akibat sebagian lahan milik warga Desa Kawangkoan sampai saat ini belum juga terbayarkan. Seperti dialami keluarga Hendriata M Wullur SH MH dan Keluarga Rotinsulu, merupakan pemilik lahan yang terkena proyek bendungan tersebut. Bahkan memasuki tiga tahun proyek berjalan, terinformasi pihak keluarga belum terima Uang Ganti Rugi (UGR).
Merasa hak mereka diabaikan, Johny Rondonuwu yang dikuasakan keluarga Hendriata M Wullur SH,MH serta keluarga Rotinsulu, melakukan aksi penutupan jalan dengan cara membakar ban bekas didukung Ormas adat Barmas, Ormas adat Badai dan LSM, termasuk sebagian masyarakat Kawangkoan yang belum juga mendapatkan uang ganti rugi lahan.
Diakui Rondonuwu, inti permasalahan tak lain proses ganti rugi. Ini jelas membuat keresahan dari pemilik lahan. “Tanah ini sudah 3 tahun dipakai atau digunakan, silahkan untuk pembangunan waduk yang kami banggakan dan diresmikan Presiden RI, pak Joko Widodo. Tetapi apa yang terjadi sekarang ini, ganti rugi belum juga tuntas. Nah, kami juga ikut resah, sampai kapan???,” timpal Rondonuwu.
Lanjutnya, sejak delapan bulan lalu proses ganti rugi itu cuma janji dan tidak pernah ditepati. Bahkan sudah masuk ranah hukum. “Dalam proses pengadilan menurut Perma 3 tahun 2016, untuk 1 gugatan pengadilan negeri hanya 1 bulan, namun sudah sampai 4-5 bulan baru ada putusan. Kemudian Kasasi sudah hampir setahun belum dikirim Kasasinya, berarti sudah melanggar ketentuan tentang Perma 3 Tahun 2016,” sindir Rondonuwu. 
 Dia menambahkan, menyikapi ini dimana pihak ATR/BPN juga tidak melihat secara jelas, termasuk Balai Sungai, PPK seakan-akan tidak menghiraukan fenomena yang terjadi. “Buntutnya, kan merugikan banyak pihak, lebih-lebih masyarakat selaku pemilik lahan,” tegasnya.
Pihak PPK Balai Sungai sendiri merasa resah dengan aksi penutupan jalan berakibat aktifitas pekerjaan menjadi terganggu. “Yang jelas aksi penutupan jalan berbuntut terhadap mandeknya pekerjaan, sementara kita disini kan mengejar progres,” terang Donny Dumais notabene Pengawas Utama pihak Balai Wilayah Sungai untuk Paket (2) Nindia Karya.
Dumais menegaskan, Jalan yang ditutup atau diblokir merupakan jalan Desa, bahkan pihaknya sudah mendapat ijin pemerintah, dalam hal ini Kepala Desa untuk menggunakan jalan Desa sebagai akses masuk Proyek Waduk Kuwil-Kawangkoan ini. “Jalan yang ditutup marupakan jalan Desa, kami sudah menyurat Kepala Desa untuk menggunakan jalan Desa. Kepala Desa setempat merestui menggunakan jalan desa sebagai akses masuk Proyek Waduk Kuwil-Kawangkoan ini. Kami akan mencari solusi terbaik, semua pihak diminta bersabar,” tambah Dumais.
Sementara Ketua Ormas Adat Badai Minahasa Utara, Toar Walukow mengatakan proyek pembangunan bendungan Kuwil-Kawangkoan kemungkinan besar banyak mafia tanah. “Ternyata ada sebagaian tanah yang sudah dikerjakan, namu belum ada ganti ruginya. Bahkan mekanisme ganti rugi juga belum jelas, dan kami siap membackup permasalahan ini,” tegas Walukow.
Terpisah, Panglima Ormas Barmas Jems menambahkan terpanggil dengan permasalahan yang meresahkan ditengah masyarakat, terlebih yang tertindas akibat mega proyek Kuwil Kawangkoan. “Kami siap untuk mengawal sampai uang ganti rugi lahan terbayarkan,” kunci Jems. (ddw/mk)

Abaikan UGR, Jalan Masuk Proyek Bendungan Kuwil Kawangkoan Diblokir Abaikan UGR, Jalan Masuk Proyek Bendungan Kuwil Kawangkoan Diblokir Reviewed by mediakawanua on Jumat, September 28, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar

Baja Ringan

Baja Ringan
AVISHA